Konsekuensi Aspek Sosial Budaya di Dunia Maya
- 31 August, 2010 //
- artikel //
- 0 Comments
ya mungkin bagi beberapa orang judul diatas sudah tidak asing lagi, judul Konsekuensi Aspek Sosial Budaya di Dunia Maya diatas saya ambil dari judul tulisan karya onno w. purbo, sekedar berbagi materi untuk mengisi waktu luang, saya tertarik untuk mempublikasikan ulang tulisan ini. saya harap kawan kawan bersedia untuk meluangkan waktu sejenak untuk membacanya.
berikut pembahasannya :
Onno W. Purbo
Saya memang bukan ahli sosial budaya & hukum. Dengan keterbatasan yang ada, pembahasan akan dilakukan dari sudut pandang sederhana seorang engineer.Model Sederhana Filosofi Arsitektur Dunia “Maya”?
Dari hasil berguru ke banyak orang di Internet maupun di dunia nyata. Dari sudut pandang saya yang sederhana, tampaknya filosofi sosial, budaya & hukum di dunia maya sebetulnya dapat dibuat dengan amat sangat sederhana. Mudah-mudahan saya tidak salah.
Secara naif, filosofi arsitektur sosial, budaya & hukum di dunia maya tampaknya dapat digambarkan secara sederhana dalam bentuk seperti di samping. Ada tiga (3) pilar utama yang membangun dunia yang saya bayangkan, dan ke tiganya berjalan di atas platform yang kita bangun. Adapun ke tiga (3) pilar yang dimaksud:
- Norma, Nilai, Value, Norm, Iman, Taqwa – yang sifatnya vertikal antara manusia dengan penciptanya.
- Hukum tertulis (written law), undang-undang, PP, KEPMEN, KEPDIRJEN – yang sifatnya horizontal & bertumpu pada aparat penegak hukum & pengadilan sebagai lembaga yang menjamin ditegakannya kebenaran.
- Hukum tidak tertulis, konsensus, hukum adat - yang sifatnya juga horizontal akan tetapi tidak mengandalkan pengadilan & aparat untuk menegakan kebenaran & keadilan tetapi menggunakan “People’s Power”.
Ke tiga (3) pilar tersebut berjalan di platform dimana kita berada. Platform ini menjadi menarik untuk dibahas karena perubahan dinamika platform tersebut ternyata akan sangat mempengaruhi dominasi diantara ke tiga (3) pilar di atas.
Platform tempat pilar-pilar tersebut dalam analisanya ternyata sangat sensitif terhadap kecepatan pergerakan informasi & pengetahuan di dalamnya. Bahkan pada sisi ekstrim dimana informasi & pengetahuan bergerak dengan sangat cepat & effisien bukan mustahil kita kembali ke masa lalu dimana hanya konsensus (hukum tidak tertulis) dan keimanan / taqwa (hukum Allah SWT) yang akan mengatur sosial & budaya manusia.
The Platform
Platform tempat kita berpijak, berkarya, berinteraksi akan berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan teknologi yang cenderung akan mempercepat proses transportasi fisik yang berlanjut dengan percepatan transfer informasi yang menstimulasi percepatan transfer ilmu pengetahuan.
Pada masa lalu, ribuan tahun yang lalu, peradaban manusia masih sangat sederhana teknologi dikembangkan untuk mempermudah & memperbaiki hidup manusia. Panah, senjata, bangunan rumah di bangun untuk menjamin rasa aman bagi manusia di dalamnya dari gangguan-gangguan fisik. Peninggalan sejarah berupa benteng, bangunan tua menjadi lambang ke jayaan masa lalu umat manusia. Rasa aman memang di tumbuhkan dengan adanya platform fisik yang memagari umat dari lingkungannya yang ganas. Pertikaian diselesaikan secara fisik, berperang, angkatan bersenjata menjadi sebuah andalan . Kepiawaian dalam mengunakan senjata & sarana fisik untuk menang dalam pertempuran menjadi idaman bagi setiap insan. Nuansa power & kekuasaan menjadi sangat dominan.
Di kemudian hari fenomena fisik ini merepresentasikan dirinya menjadi dinding-dinding tebal yang sulit di tembus, kerahasiaan, birokrasi yang bekerja atas dasar mekanisme perwakilan yang dilegitimasi oleh undang-undang. Tatanan & struktur komando yang sangat kerucut bentuknya menjadi model aplikasi birokrasi yang menjamin terlaksananya hukum & pemerintahan.
Di sisi fungsional, perdagangan & niaga menjadi ciri lanjutan dari manusia dalam proses budayanya. Effisiensi dan kecepatan menjadi penting untuk menjadikan pemenang dalam perdagangan. Pertumbuhan pabrik & industri menjadi ciri khas proses effisiensi dan kecepatan ini. Percepatan pergerakan barang secara fisik menjadi idaman banyak umat, teknologi transportasi & mekanik menjadi dominan bagi perkembangan budaya perdagangan & niaga. Ekonomi bertumpu pada rantai supply komoditas & dagangan.
Di masa lalu biasanya nuansa kekuasaan & power bermain berdampingan dengan proses perdagangan tersebut. Tindakan represif di halalkan untuk mengumpulkan kekayaan & kekuasaan bagi sekelompok elit yang sepertinya memperoleh legitimasi untuk melakukan apa saja mengatas namakan rakyat.
Secara perlahan, dengan semakin tersebarnya informasi & terjadinya peningkatan kepandaian umat. Mekanisme & proses pendidikan menjadi kunci utama dalam proses penyebaran & pemandaian umat. Umat akan berfikir, akan menggunakan otaknya & umat tidak akan begitu saja mengikuti perintah & tatanan birokrasi yang dibentuk. Kreatifitas, kebebasan berfikir & kritik menjadi lebih terbuka terhadap sistem yang ada untuk kepentingan umat. Tekanan untuk perbaikan sistem menjadi nyata dipicu dengan semakin transparan-nya sistem kepada umat. Secara alamiah & perlahan terjadi proses pengikisan terhadap nuansa kekuasaan & power yang di dominasi oleh sekelompok kecil elit.
Sialnya perkembangan teknologi tidak berhenti pada proses effisiensi transportasi fisik saja. Perkembangan teknologi informasi, internet & elektronika ternyata mampu mentransportasi tulisan, informasi & pengetahuan dalam kecepatan mili detik dari satu tempat ke tempat lain di muka bumi ini. Platform tempat kita berpijak telah berubah bentuk secara significan, dinding, meja, kursi, birokrasi, kekuasaan & power menjadi tidak relevan dalam platform non-fisik yang baru ini. Platform ini dibangun mengunakan program (code), server, port, resource locator yang sulit di imajinasikan dalam dunia fisik yang biasa kita kenal selama ribuan tahun belakangan. Dengan keberadaan platform yang lain ini yang dapat mengeffisienkan proses transportasi informasi & pengetahuan tentunya tingkat dominasi ke tiga (3) pilar kembali bergeser.
Gaya Hidup Platform Maya
Pada platform baru yang beroperasi di atas fisika gelombang elektro magnetik ini jelas mengubah konsep ruang & waktu yang selama ini kita hayati. Jejang, struktur, birokrasi dengan mudah di bypass dengan adanya infrastruktur informasi yang cepat ini.
Substansi informasi & kadar pengetahuan menjadi parameter menentukan dalam berinteraksi dengan sesama.
lets start discussion : apa pendapat kawan kawan terhadapap tulisan diatas ?
Incoming search terms for the article:
aspek sosial budaya | aspek interaksi sosial | konsekuensi budaya | aspek - aspek interaksi sosial | aspek aspek interaksi sosial | undang-undang sosial budaya | aspek sosial | interaksi sosial aspek | empat aspek membangun birokrasi | dari aspek sosiobudaya | aspek sosial budaya yahoo messenger | 4 aspek utama membangun birokrasi | aspek inreraksi sosial | aspek dinamika sosial dan desain | undang-undang tentang sosial budaya |
No related posts.


